Gatrik, Permainan Tradisional yang Hampir Punah

23-05-2022

https://ruangmainan.com - Gatrik atau sering juga dikenal dengan sebutan permainan Tak Kadal adalah salah satu permainan tradisional yang hampir punah keberadaannya.

Padahal, permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang tak benda yang harus dilestarikan agar tidak punah.

Permainan ini adalah permainan yang menggunakan 2 batang bambu yang dibentuk seperti tongkat, dan dapat dimainkan jika terdapat dua kelompok pemain.

Biasanya, bambu yang digunakan berukuran 30 cm dan yang satunya memiliki ukuran yang lebih kecil atau setengah dari bambu utama, yakni kira-kira 15cm.

Menurut beberapa sumber yang ada, permainan gatrik berasal dari provinsi Jawa Barat. Namun, hampir semua daerah di Indonesia pernah memainkan permainan ini, hanya saja sebutannya disetiap daerah berbeda-beda.

Seperti sebutan “Tak Kadal” sebutan dari Betawi, “Benthik” sebutan dari Yogyakarta dan “Patil Lele” dari daerah Nusantara yang lain.

Sebenarnya permainan ini tidak memerlukan peralatan yang terlalu banyak, selain itu permainan ini juga sangat mudah untuk di mainkan.

Oleh sebab itu, permainan gatrik ini sangat cocok untuk diajarkan kepada anak-anak . Selain mereka lebih mengenal dan dapat melestarikan budaya, anak-anak juga akan mendapat banyak manfaat lainnya.

Cara Memainkan Permainan Gatrik

1. Bentuk 2 kelompok pemain, yang mana masing-masing harus beranggotakan 2 orang atau lebih.

2. Kedua kelompok harus membuat kesepakan, yakni yang mana diluan menjadi grup pemukul dan yang satunya lagi menjadi grup penangkap.

3. Siapkan 2 potong bambu, bambu utama berukuran 30cm dan yang bambu yang kedua berukuran 15cm.

4. Letakkan bambu yang kedua, yakni yang berukuran 15cm diantara dua batu.

5. Lalu pukul bambu dengan menggunakan tongkat.

6. Usahakan pukulan pada bambu kecil itu terlempar dengan jarak sejauh mungkin.

7. Sedangkan tim penangkap akan berupaya untuk menangkap tongkat, agar tidak mendapat jarak yang jauh.

8. Grup pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali, sampai ada pukulannya yang tidak kena/luput/meleset dari bambu kecil

9. Permainan ini dilakukan dengan sistem estafet, dimana jika pemain pertama gagal, maka akan di lanjutkan oleh pemain pemukul yang ke dua hingga semua pemain kebagian giliran untuk memukul.

10. Jika grup pemukul gagal semua maka akan dilakukan pertukaran grup.

11. Grup penangkap harus berusaha agar tongkat yang dipukul dapat ditangkap, tujuannya agar grup pemukul tidak mendapatkan nilai

12. Kemenangan ditentukan dari jarak lemparan tongkat gatrik.

Saat memainkan permainan tradisional yang satu ini, maka anak harus berhati-hati. Karena ketika pukulan lawan sangat kuat, jika grup penangkap tidak hati-hati, maka mereka dapat mengalami cidera.

Oleh sebab itu, anak harus bergerak secara licah, sigap dan tentunya juga harus fokus. Jangan sampai disaat bermain kamu terkena pukulan dari bambu yang dilempar.

Demikianlah informasi seputar permainan gatrik. Semoga kamu dapat belajar dan mengajarkan permainan ini pada adik atau anak kamu nanti.

Sehingga permainan ini tidak punah di telan zaman. Selain itu, ketika anak-anak sering memainkan permainan tradisional yang satu ini.

Maka, secara tidak langsung mereka akan belajar bersosialisasi dengan orang lain atau teman bermainnya. Mereka juga akan dituntut untuk bersikap sportif dan berjiwa besar ketika menerima kekalahan.

Manfaat yang lainnya adalah si kecil akan diajari untuk bekerja sama, sikap saling menghormati dengan grup lainnya dan yang paling utama, sikap jujur untuk menaati peraturan permainan.