Mengenal Permainan Congklak Beserta Cara Bermainnya

19-05-2022

https://ruangmainan.com - Congklak merupakan salah satu permainan tradisional Indonesia yang sudah ada sejak lama dan sempat populer pada zaman dahulu.

Permainan tradisional yang satu ini, dimainkan menggunakan papan kayu yang memiliki 14 hingga 16 lubang yang berjejer berdampingan dan ditambah dua lubang di ujung papan.

Permainan congklak dimainkan oleh 2 orang pemain, tapi biasanya anak-anak lainnya yang tidak bermain ikut berkumpul dan menonton permainan ini.

Sebenarnya permainan yang satu ini memiliki nama sebutan yang berbeda di setiap daerah. Seperti di Jawa, permainan ini pada umumnya disebut dengan dhakon.

Sementara di Lampung disebut dengan nama dentuman lamban, di Sulawesi permainan ini dikenal dengan sebutan Maggaleceng.

Lalu nama congklak sendiri, diambil dari nama sebutan permainan ini di daerah Sumatra. Sebenarnya permainan ini bisa dimainkan oleh laki-laki ataupun perempuan.

Tapi pada umumnya, permainan congklak dimainkan oleh perempuan, terutama anak-anak yang masih berusia 6 sampai 12 tahun.

Sejarah Congklak

Pada zaman dahulu, permainan congklak hanya bisa dimainkan oleh kaum bangsawan. Congklak yang digunakan pun bukan congklak biasa.

Bahan papan congklak biasanya terbuat dari kayu yang mahal dan dilengkapi dengan ukiran yang indah, maka tak heran mainan ini dijual dengan harga yang begitu mahal.

Menurut beberapa sumber sejarah mengatakan, bahwa permainan tradisional yang satu ini pertamakali masuk ke Asia sekitar pada tahun 1640, yakni karena dibawa oleh pedagang yang berasal dari Arab.

Mainan ini diberikan kepada beberapa kaum bangsawan yang ada di Asia, sebagai sebuah hadiah sebagai ucapan terimakasih yang dibawa langsung dari negara asalnya.

Selain Indonesia, congklak juga menyebar ke Filipina dengan nama cunkayan, Srilanka dengan nama canka, Semenanjung Melayu dengan nama conkak, dan Afrika dengan nama mankala.

Cara Memainkan Congklak

Permainan congklak cukup mudah untuk dimainkan. Permainan ini dapat dimainkan, jika terdapat dua orang pemain yang siap bertanding.

Kedua pemian itu akan duduk berhadapan, dan ditengah mereka diletakkanlah sebuah papan congklak yang biasa ada yang terbuat dari kayu atau pelastik.

Pada umumnya ukuran papan congklak sekitar 40-50 cm, dan disertai dengan 14 lubang kecil yang tersusun saling berhadapan dan ditambah dengan 2 lubang besar yang terletak di ujung kedua sisi.

Kemudian setiap pemain diberi daerah kekuasaan yakni berupa 7 lubang yang berukuran kecil dan 1 lubang besar yang berada di ujung papan.

Sebelum memulai permainan, setiap lubang kecil di isi terlebih dahulu dengan 5-7 biji kerang atau bisa kamu ganti dengan biji sawo atau batu kecil.

Sedangkan lubang besar dibiarkan kosong, karena saat bermain lubang ini digunakan sebagai tempat menyimpan poin yang diraih.

Saat semua persiapan sudah selesai, maka kamu dapat memulai cara bermain congklak yang benar sesuai dengan aturan yang ada.

Caranya adalah dua orang pemain yang telah bersiap, secara bergantian untuk memilih satu lubang kecil miliknya.

Kemudian, biji pada lubang tersebut dibagikan satu per satu ke lubang lain searah jarum jam. Langkah akan terhenti sampai biji dalam genggaman habis.

Permainan akan terus berjalan jika pemian terus berhenti di tempat yang masih memiliki biji, dan sebaliknya, langkah pemain akan berhenti bermain jika ia biji genggamannya habis di lubang yang tidak ada isinya.

Permainan akan berlangsung seperti diatas hingga pada akhirnya semua lubang kecil kosong dan berpindah ke lubang besar.

Maka pada saat ini, pemain yang memenangi permainan ini dapat diketahuai, pemenangnya akan ditentukan dari jumlah biji terbanyak di lubang besar masing-masing pemain.

Demikianlah sejarah dan cara memainkan congklak yang harus kamu ketahui, karena permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan.

Setidaknya, ketika kamu tidak dapat memainkannya selalu. Namun kamu tetap tahu mengenai cara bermainnya dan dapat diajarkan kepada generasi berikutnya.