Sejarah dan Peraturan Cabang Olahraga Tolak Peluru

11-06-2022

https://ruangmainan.com - Permainan tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik kategori lempar dan sering diperlombakan baik nasional maupun internasional.

Walaupun dalam kategori melempar, tapi permainan ini tidak menggunakan cara melempar. Lalu apa cara yang dipakai? Berikut penjelasan mengenai tolak peluru, mulai dari peraturan sampai dengan teknik dasarnya.

Permainan Tolak Peluru

Pengertian dari olahraga tolak peluru menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah olahraga dengan menolakkan peluru yakni bola yang terbuat dari besi atau kuningan

Sebagaimana namanya, permainan ini menggunakan bola besi yang disebut dengan peluru sebagai salah satu alat utama untuk memainkan permainan ini.

Sesuai ketetapan Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF), terdapat keputusan resmi mengenai berat peluru yang digunakan dalam perlombaan.

Berat peluru pada permainan ini dibedakan berdasarkan jenis kelamin, yakni 7,26 kg atau 16 pon untuk putra dan 4 kg atau 8,8 pon untuk putri.

Sejarah Permainan Tolak Peluru

Menurut catatan sejarah yanga ada, diperkirakan bahwa permainan ini sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Namun pada saat itu, sebelum ditemukannya besi mereka menggunakan batu.

Selanjutnya di masa penjajahan, permainan ini juga dimainkan. Awalnya, tolak peluru merupakan salah satu ajang kekuatan yang dilakukan oleh laki-laki Britania atau Inggris.

Para sejarawan mengatakan bahwa cikal bakal permainan ini berasal dari kebiasaan para prajurit yang melempar peluru meriam yang memiliki bobot yang berat.

Permainan ini pertamakali di mainkan secara resmi pada abang ke-19, yakni pada ajang kompetisi “Highland Games”  di Skotlandia.

Ajang perlobaan ini semakin populer dan tetap dimainkan pada tahun 1896, sayangnya saat itu yang dapat mengikuti kompetisi hanya kaum laki – laki.

Pada tahun 1948, barulah dibuat peraturan baru dimana para kaum wanita juga dapat mengikuti kompetisi tolak peluru.

Saat itu, Parry O’Brien melakukan tolakan dengan membelakangi sektor lapangan. Selanjutnya, teknik ini dikenal sebagai gaya O’Brien atau teknik membelakangi yang juga dapat diterapkan pada tolak peluru.

Peraturan Permainan Tolak Peluru Sesuai Standar IAAF

1. Berat peluru untuk atlet putra adalah 7,257 (7,26) kg atau 16 pon dengan diameter 125 mm, sementara untuk atlet putri beratnya adalah 4 kg atau 8,8 pon dengan diameter 103-105 mm.

2. Pemain hanya diberikan waktu 60 detik untuk bermain dilapangan. Wantu ini dihitung mulai dari nama dipanggil sampai selesai melontarkan peluru.

3. Derah lemparan hanya dapat dilakukan di dalam lingkaran berdiameter sekitar 2,134 meter. Daerah ini dilengkapi dengan papan tumpuan setinggi 10 cm dan terletak di garis batas.

4. Agar tidak diskualifikasi, target sasaran harus sampai ke dalam sektor yang memiliki radius 34,92 derajat dari area lempar.

5. Peluru juga diperbolehkan bila peluru jatuh di luar sektor lingkaran atau melebihi target.

6. Pada saat bermain, para atlet hanya diperbolehkan untuk menggunakan satu tangan yang dominan.

7. Selain itu, tangan itu harus berada pada posisi lebih tinggi dari pada bahu.

8. Peraturan terakhir adalah terdapat larangan bagi pemain untuk keluar lapangan sebelum peluru jatuh ke tanah atau sampai mendarat.

Demikianlah imformasi mengenai permainan tolak peluru yang dapat menambah wawasan kalian. Kamu dapat memainkan permainan ini untuk melatih kekuatan otot tangan.

Hal yang utama yang harus kalian kuasai adalah teknik menolak peluru, karena sebagian besar pemula mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan ini.

Hal ini karena adanya kesulitan membedakan antara menolak dan melempar peluru bagi para pemula. Walaupun pada nyatanya gerakan ini jelas berbeda.