Sejarah Tolak Peluru Di Dunia Sampai Masuk Ke Indonesia

14-06-2022

https://ruangmainan.com - Permainan tolak peluru adalah cabang dari olahraga atletik dengan induk organisasi secara Internasional masih berada di bawah naungan oleh IAAF (International Amateur Athletic Federation).

Bila di Indonesia, induk olahraga ini masuk ke dalam organisasi PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Cara bermain tolak peluru menggunakan gerakan mendorong pada sebuah benda yang berbahan logam dan dibentuk bulat lingkaran menyerupai bola.

Tujuan permainan tolak peluru adalah para pemain harus mampu membuat peluru terlempar dengan menggunakan gerakan menolak untuk mencapai jarak yang maksimak.

Sebelumnya kita telah pernah membahas mengenai sejarah tolak peluru secara singkat. Pada kesempatan ini kita akan membahasnya kembali secara lengkap.

Mulai dari sejarah tolak peluru di dunia sampai sejarah tolak peluru sampai masuk ke Indonesia. Mau tahu bagaimana ceritanya? Simak informasinya di bawah ini ya teman!

Sejarah Tolak Peluru Di Dunia 

Menurut catatan sejarah yang ada, cabang olahraga tolak peluru sudah populer sejak pada tahun 2000 yang lalu.

Cabang olahraga ini dipopulerkan oleh masyarakat Britania atau sekarang disebut dengan Inggris. Permainan ini dimainkan sebagai uji kekuatan bagi para pria.

Pada awalnya, peluru yang digunakan pada permainan ini terbuat dari batu. Ketika masuk pada abad pertengahan barulah berganti dengan besi logam yang dianggap memiliki bobot yang lebih berat.

Sejak saat itu, penggunaan batu mulai tersisihkan dan sudah mulai menghilang. Hingga saat ini, tidak ada menggunakan batu karena sudah banyak ditemukannya logam.

Apalagi di masa peperangan, para tentara Eropa termasuk juga Inggris menggunakan sejata meriam besi yang disertai dengan peluru meriam yang begitu besar atau disebut juga dengan nama canon balls.

Pada saat itu, senjata inilah yang paling hebat dan berbahaya . Karena sejata ini mampu membunuh lawan dalam jumlah besar.

Canon balls yang berguna sebagai peluru meriam merupakan cikal bakal lahirnya peluru yang digunakan untuk olahraga tolak peluru hingga saat ini.

Walaupun permainan ini sudah lama dikenal di Inggris, tetapi negara Skotlandia yang pertama kali mengadakan pertandingan tolak peluru.

Perlombaan ini dilakukan pada tahun 1866, karena terhitung baru maka permainan ini masih terhitung bersifat amatir.

Ketika pada tahun 1896, barulah tolak peluru mulai diperlombakan dalam ajang skala besar sekelas Olimpiade di Athena, Yunani.

Setelah itu, cabang olahraga tolak peluru ini terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman.

Kemanjuan paling besar pada permainan ini terjadi pada tahun 1950. Perkembangan permainan ini dibarengi karena adanya teknik lemparan baru yang diperkenalkan oleh Parry O’Brien.

Teknik ini menggunakan cara menolak dengan arah menghadap ke belakang ring. Sehingga gaya ini masuk kedalam salah satu gaya dan dinamakan dengan O’Brien yang artinya meluncur.

Ciri khas dari teknik berputar dalam olahraga tolak peluru yaitu pelempar tidak bergerak ke arah belakang ring. Namun, pelempar berusaha untuk melempar peluru melintasi ring tolak peluru.

Sejarah Tolak Peluru di Indonesia

Karena permainan ini berasal dari Eropa, maka pertama kali permainan ini diperkenalkan di Indonesia pada saat masa penjajahan Belanda.

Pada era kolonial, pemerintah Belanda mulai memasukkan salah satu cabang olahraga atletik ini ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah.

Akan tetapi dahulu olahraga tolak peluru ini hanya dapat dimainkan oleh para masyarakat Belanda dan para anak Bangsawan saja.

Oleh sebab itu, saat itu  masyarakat biasa masih banyak yang tidak tahu atau tidak mengenal permainan ini. Namun lama kelamaan, akhirnya para masyarakat pribumi juga dapat mempelajari permainan ini.

Pada saat itu permainan tolak peluru belum memiliki organisasi resmi di Indonesia. Karena tingginya tingkat kepopuleran permainan ini, maka kolonial NIAU menjadi penanggung jawab saat diadakannya pertandingan atletik termasuk juga tolak peluru.

Di daerah Medan, Sumatra Utara berdiri sebuah organisasi yang disebut SAB (Sumatera Atletik Bond). Organisasi inilah yang sering menyelenggarakan kompetisi atletik di seluruh daerah Sumatra.

Namun cabang olahraga ini sering dimainkan hanya antar MULO, HBS atau pun sekolah swasta lainnya yang ada di masa itu.

Selain di Sumatra, organisasi tolak peluru juga berdiri di kalangan penduduk Jawa. Organisasi ini diresmikan pada tanggal 3 September 1990 di Semarang.

Organisasi ini diberi nama Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Semenjak berdirinya PASI, para pegiat olahraga atletik khususnya tolak peluru mulai melaksanakan beberapa kegiatan secara remi.

Sejarah mencatat bahwa kegiatan yang pertama kali dilaksanakan PASI adalah pemilihan duta-duta atletik untuk mewakili Indonesia di ajang SEA GAMES.

Seiring dengan berjalannya waktu, olahraga tolak peluru tetap eksis di Indonesia. Meskipun, tidak sepopuler seperti olahraga sepakbola, bulu tangkis bahkan bola voli.

Indonesia juga rutin mengirim delegasinya untuk mengikuti kejuaraan dalam skala regional hingga internasional.

Tidak hanya itu, pembinaan usia muda juga dilakukan guna mempersiapkan calon atlet tolak peluru di masa depan.

Saat ini nama atlet bulu tangkis yang sudah terkenal dan mendapat julukan ratu tolak peluru adalah Eki Febri karena prestasinya mendapatkan mendali emas.

Mendali ini merupakan mendali emas pertama dari cabang olahraga tolak peluru yang didapat dalam kejuaraan SEA GAMES.

Demikianlah sejarah tolak peluru di dunia maupun di Indonesia, mulai dari pertamakali ditemukan sampai dengan perkembangannya di Indonesia.